Text

Bandung, 18 September 2014

Hari ini setelah istirahat makan siang tidak seperti biasanya saya ingin sekali pergi ke Gedung Arsitektur. Di tengah perjalanan saya bertemu dengan Romi Teknik Fisika ITB 2009. Teman yang telah menunaikan sunnah Rasul di usia muda yang pada umumnya cukup jarang ditemui yaitu, menikah. Seperti biasa salam hangat dan sapaan mengalir di antara kami. Kala itu Romi menemani anakny yang sedang bermain. “Umurnya 1 tahun, menuju 1,7 bulan,” jelas Romi.

Singkat cerita, kami bertukar pikiran mengenai sunnah itu. “Ketika kamu sudah memiliki kecenderungan pada seorang akhwat maka langsung diikhtiarkan tanpa perlu khawatir, akan selalu ada cara Allah untuk menunjukkan apakah dia memang yang baik untuk kita atau bukan dan apakah kita memang sudah benar-benar siap atau belum. Tentunya dengan cara yang saling ‘menjaga’. Romi menambahkan, “ Bang Aad (Adriano Rusfi, seorang lulusan psikolog UI yang sering menjadi narasumber dalam sekolah pra nikah Salman) bilang kalau kita menikah muda maka kita akan ’kenyang’ dengan kebesaran Allah. Yakinlah! Let Allah show it to you. Pernikahan memanglah sebuah tahapan untuk membuktikan keyakinan kita pada janji-janji-Nya.” 

Romi bercerita bahwa ia sempat mengalami titik-titik paling takjub karena bahagia dan titik-titik paling rendah dan bersedih. Bahagia karena merasakan sendiri kebesaran Allah melalui pertolongan Allah dan paling rendah ketika tiada suatu apapun yang bisa dimintai tolong kecuali Allah. Bahwa bahagia dan kesedihan keduanya bisa menuntun untuk dekat kepada Allah. Ia sempat menolak tawaran menggiurkan, gaji tetap dan rumah tinggal karena takut malah menghilangkan kedekatannya dengan Allah, tak habis pikir rasanya bisa menolak tawaran yang sangat baik itu.

Langkah saya pun kembali berlanjut, setelah berpamitan saya berpikir bahwa Allah itu Maha Keren. Betapa tidak, karena sebelumnya saya memang sedang memikirkan bagaimana cara memastikan bahwa seseorang itu adalah yang tepat lalu jawaban itu muncul dalam sebuah perjumpaan singkat. Maha Suci Allah yang menuntun langkah ini menemukan jawaban. Dan sekarang adalah giliran saya untuk menjawab, seberapa jauh saya yakin pada janji-janji Allah?

Audio

Just don’t mind You’ll be fine
Don’t be a stranger I’m always here
Just don’t mind You’ll be fine
Don’t be a stranger I’m always here

Holding on Counting down Staring at the ceiling
And I know you are still my savior
Holding on Counting down Staring at the ceiling
And I know you save my day

Source: SoundCloud / user188061492
Quote

"The devil doesn’t come dressed in a red cape and pointy horns. He comes as everything you’ve ever wished for."

- Tucker Max,  (via larmoyante)

(via thebeautyofislam)

Source: larmoyante
Text

Rasanya, kini aku mulai merindukan hujan. Padahal di satu sisi aku jadi tak perlu takut kebasahan dan bisa bersepeda sejauh yang ku mau tanpa harus khawatir melihat kelabu menggantung di atas. Dasar manusia.. hentikan racauanmu! Syukuri dan nikmati hari ini, yakinlah bahwa Dia adalah sebaik-baiknya pengatur alam.

Quote

"Mbak, kalau ada masalah, coba deh jangan langsung ‘ngadu’ ke mamah papah, ke teman, atau update status di media sosial mana-mana. Coba diendapin dulu. Ngadu ke orang lain kadang cuma bikin lega aja, tapi gak memecahkan masalah."

- Nasihat seorang Ayah pada sepupu
Photo Set

tausendsunny:

"islam itu agama yang hangat dan ramah kan?"
karyanya teh azisanoor :)

Source: ridhoferd
Photo

Menuju Senja

Quote

"Hanya Allah yang tahu hati kita yang kotor, maka Allah bersihkan hati kita hingga kita menangis dan merintih.
Allah biarkan kita menangis di dunia, supaya kelak tidak ada tangis di akhirat.
Allah biarkan kita merintih di dunia, supaya kelak tidak ada rintihan di akhirat."

- Ust. Dudi Muttaqien
Photo

islamic-quotes:

Make dua.

So worried :’(

Source: abuhanifah
Quote

"Ilmu yang paling membekas adalah ketika kita berpraktek langsung. Kalau dalam kurikulum pelajaran disebut experience based learning. Sama halnya seperti hidup, pelajaran hidup yang paling membekas adalah ketika kita langsung mengalami, baik suka maupun duka."

-