Quote

"Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas."

- HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan
Text

"Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan tuli." 

(HR. Ad-Dailami)

Sebuah pujian hakikatnya adalah milik Allah. Bahwa sesungguhnya Allah menutupi segala aib kita sehingga orang hanya melihat hal-hal yang baik. Bahwa alhamdulillah bukanlah berarti segala puji bagi Allah yang menunjukkan seolah-olah kita memberikan pujian pada Allah padahal yang sesungguhnya adalah segala pujian adalah milik Allah. Bahwa kita tidak sepantasnya larut menikmati pujian yang kemudian menjadikan kita cemas dan was-was ketika tidak ada lagi yang memuji kita. Bahwa bahkan ketika kita berusaha mengembalikan pujian pada Allah pun kadang terselip perasaan bahwa hal tersebut hanya dibibir saja.

Seiring zaman, teknologi berkembang, membuahkan sebuah cabang baru pujian berupa fitur tombol ‘like’ pada facebook. Awalnya memang mungkin sebuah kreatifitas para pengembang laman web namun prinsipnya sama, mengesankan rasa sebuah pujian. Pujian bentuk baru yang ada dalam laman-laman facebook kita yang boleh jadi jika tak hati-hati kita malah terlarut. Muncul rasa cemas dan penasaran kira-kira adakah yang melihat atau memberikan ‘like’ terhadap postingan saya dst.

Penting adanya untuk menelaah kembali, berpikir dua kali mengenai postingan kita di facebook dan dibanyak media sosial lain. Apa sih yang sebenarnya di cari? Mau di puji? Pengen dinilai positif oleh orang lain? Berhati-hati dalam niat muncul dalam banyak hal, termasuk dalam facebook dan media sosial lainnya. Aa Gym berujar, ” Buat apa pujian? Tidak akan menambah kebaikan pada diri kita. Apakah dengan dipuji kemudian kita bertambah pintar? Tidak.’

Maka mari periksa niat kita, buat apa kita melakukan ini? Membagikan postingan ini untuk apa? Sehingga kita bisa tetap lurus dan lepas dari menuhankan pujian dari makhluk. Termasuk dalam tulisan ini. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari niat yang salah dan ujian berupa pujian makhluk.

TIdaklah lebih baik, yang menulis maupun yang membaca, karena yang paling baik adalah mereka yang mengamalkan.’Semoga kita termasuk pada golongan yang mengamalkan ilmu positif. Aamiin

Audio

Sweet Swing Song Mr. Sonjaya

Source: SoundCloud / Romi Bramantyo Margono
Text

Saya pernah membaca buku bahwa kebiasaan akan berhasil terbentuk setelah dilakukan rutin selama 21 hari, ada juga uang bilang setelah 40 hari. Kunci kebiasaan adalah melakukan secara berulang-ulang. Beruntunglah jika yang dilakukan adalah kebaikan,maka terbentuklah kebiasaan yang baik. Namun, pun demikian dengan hal yang buruk untuk kebiasaan yang buruk.

Baru-baru ini saya mengikuti sebuah event sketsa dunia yaitu inktober. Cara bergabung dengan event tersebut mudah,buatlah 1 sketsa dalam satu hari, kemudian di upload di media sosial seperti FB,tumblr,instagram atau media lain. Media yang saya gunakan adalah FB, dan dengan media itu teman-teman saya berkomentar atau sekedar memberikan ‘like’. Saya belajar bahwa respon komunitas dapatlah membantu untuk menstimulus konsistensi dalam berkarya.

Lalu apa hubungannya dengan membentuk kebiasaan? Saya belajar sesuatu, bahwa kebiasaan dapat terbentuk oleh dua hal, ketika dilakukan berulang secara konsisten dan dorongan dari komunitas. Alangkah baiknya jika dalam komunitas tumblr ini dapat kita jadikan pula sebagai pendorong kita dalam membentuk kebiasaan positif.

Quote

"Doaku malam ini cuma satu: kalau memang hidup ini punya arti, semoga arti itu adalah titik temu antara menjadi diri sendiri dan kesempatan untuk bisa terus berbagi."

- Rara Sekar
Quote

"Ia tak butuh apapun dari kita.
Ia memiliki sifat penyayang luar biasa melebihi apapun dan siapapun di dunia ini pada kita.
Bahkan ketika kita menjauh, Ia selalu memanggil kita, sampai 5 kali dalam sehari untuk kembali mendekat.
Ia adalah cinta yang sesungguhnya.
Ia adalah Allah."

-
Photo

Home

Video

Home is where the heart is
Mocca - Bandung

Text

Semuanya terasa terlalu cepat pada zaman ini. Saya merasa karena terlalu cepat kita tak lagi sempat untuk menikmati proses. Saya merasa terlalu lambat untuk mengkuti tempo. Namun apakah kita memang harus seperti itu? Membuat cepat memanglah baik, namun terkadang jadi lupa dalam menikmati proses.

Saya yang merasa lambat.

Photo

egyptiancrystal:

اللهم اهدنا فيمن هديت

(via bramantyomargono)

Source: egyptiancrystal