Kehidupan-Impian-Harapan

"Sampai jumpa esok pagi kawan, jangan lupa berdoa semoga besok cerah dan jadi hari yang indah untuk berpiknik dan bersepeda"

-

"Terkadang FB itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat"

-

"Menyamakan Bandung dengan Paris akan membuat sungai Seine kecewa bila di bandingkan dengan Cikapundung"

- Richard & Sheila Bannet

"Writing is expression, reading impression. Writing is public, reading personal. Writing is limited, reading open-ended. Writing freezes the moment. Reading is forever"

- Steven Roger Fischer

Text

Berkaryalah! Mumpung Mudaa~ :D

Text

Hari Senin kemarin adalah hari pengumpulan gambar untuk sidang 3 arsitektur. Beberapa teman sempat mengupload karya mereka. Kerja keras dan kemampuan terlihat dari apa yang mereka hasilkan. Wah-wah tampak saya sudah cukup tertinggal. ya, memang karena saya belum mengambil TA. Semoga berhasil kawan! Doaku menyertai keberhasilan kalian! :)

Text

Bangun,

Sebab pagi terlalu berharga

Tuk kita lewati

Dengan tertidur

Banda Neira - Berjalan Lebih Jauh

Text

    Sebuah artikel pada halaman web mengarahkan tujuanku untuk bersepeda. Evereld Pandu atau lebiih dikenal dengan nama Pemakaman Pandu. Di sini dapat ditemukan berbagai makam, mulai dari makam Cina, Islam, hingga Kristen, mulai dari tahun bersejarah zaman perjuangan hingga yang terbaru tahun ini 2013. Berkunjung ke kuburan dapat memberikan informasi kepadakita tentang siapa yang pernah hidup di Kota Bandung ini. 
    Makam-makam disini mayoritas dibangun dan diperindah. Ada yang berpagar, diberi naungan, tempat duduk bahkan hingga dilapis emas. Ya emas, barang tambang logam mulia inidijadikan penghias makam. Biaya pembuatan makam pun bervariasi, mulai dari 75 juta hingga 200 juta. Sebuah harga yang bahkan mampu untuk membeli sebuah rumah ungkap penjaga makam kepadaku pagi itu.
    Makam yang sangat membuat ku takjub adalah makam yang bertuliskan Evereld Pandu ini. Bagaimana tidak, saat kondisi makam lainnya berjejal penuh sesak yang menyisakan hanya sedikit jarak makam ini hadir dengan hiasan lansekap yang hijau dan teduh bahkan memiliki pos keamanan tersendiri di dalamnya. Menurut artikel yang saya baca makam ini adalah makam bagi para penjajah Belanda yang dibangun atas perintah negara Belanda. Sebuah paradoks dengan negara kita yang membiarkan makam pahlawannya terserak tidak teratur berdesakkan dengan makam lainnya dan hanya diberi penghargaan hiasan bambu runcing dari logam.

    Makam lainnya yang menarik adalah makam milik sang guru yang mengajarkan ilmu arsitektur pada bapak Presiden Soekarno yaitu Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker yang mengubah nama setelah menjadi mualaf yaitu kemal Schoemaker. Arsitek yang mendesain banyak gedung bersejarah di Bandung ini dimakamkan pada makam yang sederhana dan berdesakkan pula dengan makam lainnya.

    Beberapa makam lainnya yang menarik adalah makam dengan hiasan seorang pilot lengkap dengan baling-baling yang patah serta makam yang dihias dengan dua patung wanita. Makam dengan hiasan patung wanita ini adalah makam seorang pengusaha yang berasal dari Italia yang telah cukup berjasa bagi Bandung karena merelakan tanahnya yang luas diberikan sebagian untuk didirikan Observatorium Bintang Boscha di Lembang.