Text

Perkenalkan, namanya Suci, teman-teman biasa memanggilnya Uci. Dia terlahir spesial, tuna grahita. Ia sempat bersekolah normal, namun kini putus sekolah. Saya membayangkan apa yang akan dia hadapi di depan. tidak diterima, di-bully, danminder adalah hal-hal yang kemungkinan besar akan dihadapi. Berat tentunya, namun siapa pula yang dapat memilih ingin terlahir seperti apa. Allah tidaklah menciptakan makhluk yang gagal, mata dan akal inilah yang terbatas dalam memahami maksud-Nya. Ia menjadi jalan bagi yang lain untuk belajar menghargai, empati, dan syukur atas karunia yang dimiliki.

Hari ini kami mengajari menggambar pada kaos dengan cat khusus. Sempat ia berkata tidak bisa menggambar, namun setelah diajari, dia berhasil melakukannya.  Perlahan, ia ikuti arahan dari teman-teman yang datang mengajar. Kami berusaha meyakinkannya dalam setiap tahap menggambar. Dan akhirnya, gambar itu selesai. I a nampak senang, meski gambar guritanya terbalik.

Senang rasanya bisa melihat ia bersemangat. Berinteraksi hangat dengan kami yang baru dikenalnya. Semoga bermanfaat! Hanya sedikit yang bisa kami berikan, tapi ia memberikan kami banyak pelajaran. Mengenai ketulusan, terbuka dan ramah pada orang yang baru dikenal. Terimakasih ya Uci, semoga kamu tetap semangat dan enggak minder. Aamiin

Bandung, 30 Agustus 2014
Rumah Saraswati 
Gang Rasdan, Jalan Nyengseret, Tegalega, Bandung

Quote

"Maka pandai-pandailah menjaga hati dan mengekspresikan perasaan.."

-
Quote

"Karena kalian adalah hamba yang paling banyak kalian ingat"

-
Photo

Place You Want To Go

The city that never sleeps

Photo

Venska!

Text

Layaknya air, perasaan itu menguap. Perasaan yang dulu lama melekat kini hilang. Seperti doa yang selalu ku panjatkan, Ia angkat rasa itu. Rasa yang sempat membuat kacau. Hati kini lebih ringan, melangkah tidak lagi sulit. Namun yang pasti ujian baru menanti, dari mana dan ke arah mana saya pun tak tahu. Semoga Ia selalu menuntun jalan kita, karena sesungguh Ia yang lebih tahu apa yang baik sedangkan kita tidak mengetahui.

Photo
ardhyaska:

Bagi manusia yang spesiesnya bergelut di ranah seni rupa khususnya desain, sudah panas telinga kalau dibilang “yah mas, cuma gambar aja kok..bisa murah dong” atau “mas cuma bikin logo aja laah masa segitu sih? harga temen mas”. Nah, bagi yang merasa pernah bilang begitu pada mahasiswa desain atau lulusan desain, saya beri penjelasan kenapa harga karya intelektual ini tidak bisa disamakan dengan harga gehu pedas.
Yang membuat sebuah desain ada harganya, itu karena :
1. Proses desain. Pemahaman brief, konsep, ide, brainstorming, dll dipikirkan sama otak. Kalau buat brainstorming itu butuh pergi ke WC, bayar WC 1000 perak termasuk proses desain. Jadi, jangan salah kalau logo saja bisa 2M. Soalnya itu bukan harga/nilai sebuah gambar di print warna. tapi harga sebuah kekayaan intelektual manusia. Tapi logo 2M itu tentu bukan bayar berak di WC sebesar 2Milyar.
2. Standar harga per jam kerja. Kan suka ada tuh tipe-tipe yang bilang “bikin gambar tas kan tinggal gambar aja mas, ngapain 2 minggu?”. Konsep, Ide, sampai gambar itu perlu tahapan. Kalau mau bagus, perlu waktu lama, karena butuh riset, survey, mencari data-data yang mendukung supaya desain itu baik bibit bebet bobotnya. Kalau mau cepat, ya kualitas Sangkuriang. Gak maksimal-maksimal amat. 
3. Awards, jam terbang, pengalaman, deadline, jumlah pemesanan, waiting list pekerjaan lain, dll. Itu sudah termasuk personal dari desainernya. Jangan heran kalau desain iPhone lebih mahal dari desain Mito cina dengan fitur yang sama. Karena desainernya lebih punya jam terbang lebih banyak, kredibilitas yang sudah tidak diragukan.
Maka dari itu, saya tunjukkan bukti bahwa desain itu perlu dihargai sepantas mungkin. Rumus di atas itu buktinya. 
Contoh kasus :
Si Otong pesan sebuah desain Tas ke desainer Iting yang tinggal di Legokhangseur. Si Otong minta Desain tas itu dikerjakan dalam waktu cepat (2 hari). Si Iting adalah desainer yang merasa dirinya Profesional karena jam terbangnya sudah tinggi. Si Iting sudah punya studio sendiri dengan fasilitas internet, WC, AC, dan printer. Si Iting pantas dibayar berapa?
Diket : 
2 hari kerja > n = 2
Profesional > B = 12
UMR Legokhangseur > A = Rp 20.000
Biaya internet, listrik, printer, WC, dll ditotalkan > Misal C = Rp 80.000
Beban kerja, Misalnya yang harusnya dikerjakan selama 4 hari, si Otong minta 2 hari > v = 4
Jawab :
(20.000 x 12 x 4) (4/2) + (80.000 x 4)
Total = 2.240.000
Nah, jadi segitu tuh harga desain tas si Iting itu. Baru desain loh, bukan produk. Kalau itu mah beda lagi masalahnya. Kita bicarakan lagi ke depannya. Aku sih optimis kita cocok.
PS.:rumus di atas sudah ada sebelumnya. jadi bukan saya yg buat. saya hanya memperjelas. copyright untuk penemunya..
Sekian, semoga bermanfaat.

ardhyaska:

Bagi manusia yang spesiesnya bergelut di ranah seni rupa khususnya desain, sudah panas telinga kalau dibilang “yah mas, cuma gambar aja kok..bisa murah dong” atau “mas cuma bikin logo aja laah masa segitu sih? harga temen mas”. Nah, bagi yang merasa pernah bilang begitu pada mahasiswa desain atau lulusan desain, saya beri penjelasan kenapa harga karya intelektual ini tidak bisa disamakan dengan harga gehu pedas.

Yang membuat sebuah desain ada harganya, itu karena :

1. Proses desain. Pemahaman brief, konsep, ide, brainstorming, dll dipikirkan sama otak. Kalau buat brainstorming itu butuh pergi ke WC, bayar WC 1000 perak termasuk proses desain. Jadi, jangan salah kalau logo saja bisa 2M. Soalnya itu bukan harga/nilai sebuah gambar di print warna. tapi harga sebuah kekayaan intelektual manusia. Tapi logo 2M itu tentu bukan bayar berak di WC sebesar 2Milyar.

2. Standar harga per jam kerja. Kan suka ada tuh tipe-tipe yang bilang “bikin gambar tas kan tinggal gambar aja mas, ngapain 2 minggu?”. Konsep, Ide, sampai gambar itu perlu tahapan. Kalau mau bagus, perlu waktu lama, karena butuh riset, survey, mencari data-data yang mendukung supaya desain itu baik bibit bebet bobotnya. Kalau mau cepat, ya kualitas Sangkuriang. Gak maksimal-maksimal amat. 

3. Awards, jam terbang, pengalaman, deadline, jumlah pemesanan, waiting list pekerjaan lain, dll. Itu sudah termasuk personal dari desainernya. Jangan heran kalau desain iPhone lebih mahal dari desain Mito cina dengan fitur yang sama. Karena desainernya lebih punya jam terbang lebih banyak, kredibilitas yang sudah tidak diragukan.

Maka dari itu, saya tunjukkan bukti bahwa desain itu perlu dihargai sepantas mungkin. Rumus di atas itu buktinya. 

Contoh kasus :

Si Otong pesan sebuah desain Tas ke desainer Iting yang tinggal di Legokhangseur. Si Otong minta Desain tas itu dikerjakan dalam waktu cepat (2 hari). Si Iting adalah desainer yang merasa dirinya Profesional karena jam terbangnya sudah tinggi. Si Iting sudah punya studio sendiri dengan fasilitas internet, WC, AC, dan printer. Si Iting pantas dibayar berapa?

Diket : 

2 hari kerja > n = 2

Profesional > B = 12

UMR Legokhangseur > A = Rp 20.000

Biaya internet, listrik, printer, WC, dll ditotalkan > Misal C = Rp 80.000

Beban kerja, Misalnya yang harusnya dikerjakan selama 4 hari, si Otong minta 2 hari > v = 4

Jawab :

(20.000 x 12 x 4) (4/2) + (80.000 x 4)

Total = 2.240.000

Nah, jadi segitu tuh harga desain tas si Iting itu. Baru desain loh, bukan produk. Kalau itu mah beda lagi masalahnya. Kita bicarakan lagi ke depannya. Aku sih optimis kita cocok.

PS.:rumus di atas sudah ada sebelumnya. jadi bukan saya yg buat. saya hanya memperjelas. copyright untuk penemunya..

Sekian, semoga bermanfaat.

(via putrirahel)

Link

#0. menatap urusan jodoh

tausendsunny:

Bukan tulisan galau. Selamat mencerna dan mengambil hikmahnya. Selamat merancang, kisah seperti apa yang ingin kalian rangkai dalam perjalanan bertemu jodoh masing-masing. Pada akhirnya, keberkahan Allah adalah yang utama, maka pastikan setiap prosesnya dijalani secara baik…

Source: tausendsunny
Photo Set

escapekit:

Towering Animals

UK Artists Irony & Boe have created a great collection of humongous animals throughout the streets of London. 

Source: thisiscolossal.com
Photo Set

rejanur:

livelifebyliving:

A picture is worth a thousand words. These pictures tell an entire story without even uttering a single word.

Syalala

oke, dicatat!

(via hausilmu)